Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

ALI DAN FATHIMAH

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad
Hari itu, tahun kedua setelah hijrah, Madinah tengah bahagia. Para pembesar mendatangi rumah Baginda. Telah sampai berita, Fathimah putri tercinta kini siap berumahtangga. Hanya saja, setiap orang yang datang pada Sang Nabi, kembali dengan wajah berseri, tapi tanya yang tersimpan di hati. Baginda menjawab santun sekali: _amruhâ ‘inda rabbihâ_. Perkara Fathimah ada di (tangan) Tuhannya. Perihal suami putri Sang Nabi rupanya ditentukan di langit tinggi.
Alkisah, Ali sibuk bekerja di sebuah kebun kurma. Ia sedang mengairi pohon-pohon kurma dengan untanya. Beberapa sahabat Anshar melihatnya dan berkata, “Hai Ali,
semua sahabat meminang Fathimah, mengapa engkau tak turut serta?” Ali tak kuasa. Rasa hormat, cinta, malu, penjagaan diri, semua bergabung jadi satu. Ia tahu ia takkan mampu menghadap Baginda. Ia tahu ia takkan bisa mengutarakan maksudnya. Para sahabat itu berniat menjembatani, tapi kata Ali, “Biar aku saja. Di…

Postingan Terbaru

PUJIAN

KESALAHPAHAMAN

MARI BELA WARUNG TETANGGA

KEMANUSIAAN GUSDUR DALAM SEHELAI KUTANG

PERTANYAAN SINTING

CAK NUN : THE SCARY KHILAFAH

KISAH HALIMAH AS-SA'DIYAH