Langsung ke konten utama

Postingan

MUSLIM SINTING

Menebar keresahan
Mengatasnamakan Tuhan
Muslim error
Menghadirkan teror dan horor

Muslim edan
Membedil insan
Tak sepadan alasan
Berambisi eden

Merenggut nyawa di rumah suci
Berdelusi disambut dewi-dewi
Muslim sinting
Otaknya miring

Semoga korban dipeluk Tuhan. Amin.
Mamuju, 14 Mei 2018
Postingan terbaru

TANGGA JALAN DAN SELERA HUMOR YANG BURUK

Untuk tahu, segala sesuatu harus dipelajari. Sebelum bisa berlari, semua orang belajar membalikkan badan dari posisi telentang. Awal-awal bisa tengkurap, karena belum bisa tegakkan kepala, wajah kerap kali menghantam kasur. Demikian seterusnya. Merayap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, semua melalui proses belajar. Tidak seorang pun yang bisa langsung berlari. Kehadiran sesuatu yang sama sekali baru, kadang menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Handphone, misalnya, ada banyak kisah yang bisa menarik kedua ujung bibir menyertai kehadirannya di desa-desa. Saya, misalnya, pernah melewatkan beberapa kali panggilan ketika handphone sepupu saya berdering. Saya sudah menekan beberapa tombol namun tidak bisa tersambung, hingga dering itu berhenti sendiri. Kesalahan lahir dari ketidaktahuan. Ingin tahu hal-hal baru tidaklah bebas risiko. Belajar naik sepeda berisiko berdarah-darah, terjungkal, nabrak pagar, dst. Menghindari risiko boleh jadi berarti merawat ketidaktahuan. Di Mamuju, k…

TERMINAL, SMARTPHONE DAN RELASI SOSIAL YANG SAKIT

Terminal merupakan tempat pemberhentian sementara menuju akhir sebuah perjalanan. Terminal adalah titik penghubung antara tempat asal (dari mana) dan tujuan (kemana). Manusia dari beragam etnis, budaya, agama serta keragaman latar belakang yang lain berkumpul disini. Penuh sesak.
Di terminal kita bisa menyaksikan setiap orang asyik dengan diri mereka sendiri. Setiap orang disibukkan dengan urusan masing-masing. Meskipun tidak saling mengganggu, namun ketidakpedulian satu sama lain juga membentang jelas di depan mata. Seseorang bagi seseorang yang lain tidaklah penting di persinggahan sementara ini. Setiap orang berdiri berdekatan, duduk bersebelahan di bangku yang sama, tapi tidak ada interaksi, tidak ada komunikasi. Mereka dekat, dan pada saat yang sama juga sangat berjauhan.
Setiap orang dan kelompok dengan diri dan kelompoknya saja. Kehidupan terminal adalah arena individualisme. Titik hubung antara asal dan tujuan ini merupakan realitas kehidupan yang sakit. Sakit parah. Penyakit ya…

GERHANA

Ketika seorang nabi, avatar atau orang suci wafat, gelap menjelma. 
Dalam gelap, di antara mereka yang bersedih dan dirundung duka, akan muncul segelintir orang yang tergesa mengklaim diri sebagai pengganti cahaya yang hilang itu.
Seperti bintang-bintang yang mendadak saling mendaku diri memiliki cahaya paling terang di antara penghuni langit tatkala purnama tenggelam dalam bayangan bumi. 

Bintang-bintang yang memang tidak cukup berkilau, redup, yang semua benda langit mengiba dan memohon kepada Tuhan agar tidak diberi sinar seburuk itu, salah sangka.
Sebagian dari mereka berduyun-duyun memberikan baiat kepada salah satu bintang yang mendaku diri paling pantas dan merasa purnama itu.

MITOS

"Di sini, apapun yang ditanam, buah dan daunnya akan berwarna kuning emas. Karena itulah, gunung ini disebut gunung emas". Demikian penjelasan seorang laki-laki paruh baya. Ia adalah kepala suku dengan selusin isteri. Ia dan warganya tinggal di kaki gunung emas. 
Ada kebiasaan unik dari suku pedalaman ini. Para lelaki mereka selalu mengambil posisi berdiri ketika melepas dahaga dan saat mereka buang air kecil. Tidak satu pun terlihat kakus dan kamar mandi di rumah-rumah sederhana warga.
Meskipun demikian, mereka tidak pernah mengotori sungai dimana mereka membersihkan badan dan mengambil air minum dari ceruk yang dibuat sepanjang pinggiran sungai. Rasa syukur atas anugerah Sang Pencipta diekspresikan sedemikian rupa, termasuk, salah satunya, tidak mengotori sungai dari limbah yang menumpuk di dalam perut mereka.
"Beginilah kami disini, tuan. Kami berusaha menjalankan dan memegang teguh prinsip dan ajaran para leluhur. Dari generasi ke generasi, prinsip dan ajaran ini ter…

KALLA'BA "AL-GHAZALI" VS "RUSYDI" BORAHING

Suatu ketika di kampung, di penghujung bulan ramadhan, di depan lorong menuju lapangan sepakbola milik tim yang kini bernasib mirip Arsenal, tidak pernah angkat tropi, Mandala Putra Lembang-Lembang, di bawah temaram lampu jalan terjadi perdebatan sengit antara Kalla'ba versus Borahing.
Kalla'ba adalah pemuda yang dalam urusan perempuan berhaluan progresif dengan latar belakang pendidikan kesehatan. Di pihak lain, berdiri Borahing, seorang tua yang akrab dengan kopiah hitam dan domino serta dikenal konsisten memegang ajaran leluhur. 
Borahing, misalnya, jika ada seseorang yang menepuk bagian tubuhnya, maka ia akan membalasnya dengan tepukan yang sama. Dalam pandangan Borahing, setiap tepukan bisa saja mengandung unsur magis. Tepukan balasan, dalam pandangan Borahing, diyakini berfungsi melumpuhkan unsur magis yang disisipkan dalam tepukan. Karena itu, jika hari ini ia tidak sempat membalas, besok atau kapan saja ada kesempatan pasti dibalas. Borahing lebih populer dengan nama M…

ALASAN MENGAPA JOMBLO DIBULLY

Sebagian jomblo disandang karena nasib. Jomblo karena pilihan menciptakan kondisi kesendirian berkualitas yang jauh dari ngenes. Jomblo fi sabilillah.
Bullyan terhadap jomblo tidak lahir dari ruang hampa. Bukan sekedar aksi gagah-gagahan atau sebentuk tarian laknat di atas derita kesepian makhluk tuna asmara. Bullyan terhadap jomblo adalah bentuk kepedulian.
Ilmu pengetahuan melesat tak terbendung. Dari waktu ke waktu senantiasa melahirkan inovasi dari sesuatu yang telah ada sebelumnya. Ilmu pengetahuan selamanya berjalan secara konsisten pada rel waktu menuju kesempurnaan demi kepentingan manusia dan semesta.
Sesuatu yang di masa lampau merupakan kemustahilan bahkan tidak pernah terpikirkan, kini semuanya menjadi mungkin terwujud. Ide yang dicetuskan dan penyebarannya demikian lambat karena harus ditulis tangan ulang ketika akan digandakan, Guetenberg hadir dan memperkenalkan mesin cetak. Sebuah ide kemudian menjadi begitu cepat disebar secara massif dan menginspirasi banyak orang.
Dal…